Erdogan Janji Bangun Zona Aman Bagi Warga Suriah

Source trtworld and Agency

Demuslim.com - Presiden Turki Erdogan mengatakan Ankara berencana akan menyelesaikan masalah 2 juta pengungsi Suriah yang ada di "zona aman", yang akan bergerak dari sungai Efrat di Suriah menuju perbatasan Irak. Namun sekutu Barat belum menanggapi permintaan dana dari Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa, mengatakan bahwa saat ini Turki belum melihat adanya perkembangan, padahal dia telah berusaha mengajak Amerika Serikat untuk membentuk "zona aman" di laut Suriah timur, dan Erdogan merasa tidak punya pilihan selain menempuh jalannya sendiri.

Saat berbicara di upacara pembukaan parlemen di Ankara, Erdogan juga mengatakan Turki berencana untuk menampung dua juta orang di "zona aman", yang  akan membentang ke timur dari sungai Efrat di Suriah ke perbatasan Irak.

"Kami tidak punya pilihan selain menjalankan [sendiri] rencana kami [zona aman Suriah] di timur Efrat. Kami tidak punya kesabaran untuk menunggu lama," katanya, seraya memperjelas bahwa  upayanya dalam pembuayaan lokasi pemukiman  pengungsi di Suriah "koridor perdamaian." akan selesai dilakukan.

"Seratus empat puluh desa dan sepuluh pusat distrik akan didirikan di area zona aman, sedalam 30-40 kilometer di Suriah utara, masing-masing akan menampung 5.000 dan 30.000 penduduk," kata Presiden Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa dirinya sadar akan tantangan ekonomi, sosial, dan budaya yang menampung 3,6 juta warga Suriah. Turki tidak bermaksud "menjadi tuan rumah mereka selamanya".

Ankara dan sekutu NATO Washington telah sepakat untuk membangun zona sepanjang 480 km dari perbatasan Turki, yang ingin dikerjakan Ankara sekitar 30 km di dalam wilayah Suriah.

"Turki mendukung integritas teritorial Suriah dan kesatuan politik dan administrasi Suriah," kata Erdogan dalam pidatonya. Satu-satunya alasan keberadaan Turki di Suriah adalah ancaman teror terhadap perbatasan Turki, katanya.

AS Menarik Mundur Langkahnya

Pekan lalu di PBB, Erdogan mengatakan  dengan rencana Turki, maka dua juta pengungsi Suriah dapat diselesaikan di zona aman dengan dukungan internasional.

Jika dilaksanakan, proyek itu dapat mengurangi separuh jumlah pengungsi Suriah yang berlindung di Turki dari konflik delapan tahun Suriah, dan mengusir YPG, afiliasi Suriah dari kelompok teror PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE, dari perbatasan.

Awalnya Amerika Serikat menyetujui zona aman sebagai cara untuk melindungi sekutu militannya di Suriah dan mengatasi kekhawatiran Turki tentang perbatasan. Tetapi Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tahun lalu, secara tiba-tiba dia menarik 2.000 tentara pasukan khusus AS yang membantu gerilyawan YPG memerangi teroris Daesh.

Atas tindakan itu, Turki menuduh Amerika Serikat Menarik mundur langkahnya dan memperingatkan bahwa pihaknya [Turkey] akan mengambil tindakan sendiri.

Operasi Militer Turki

Turki telah meluncurkan dua kampanye militer ke Suriah utara dalam tiga tahun terakhir dan telah menempatkan pasukan di wilayah oposisi dan wilayah Idlib yang dikuasai pemberontak.

Pada hari Senin, Dewan Keamanan Nasional Turki, yang mencakup kepemimpinan politik dan militer Turki mengatakan bahwa Turki saat ini akan memperkuat upaya untuk mendirikan zona  aman tersebut, sehingga para pengungsi Suriah dapat kembali secepat mungkin.

Erdogan juga telah memperingatkan Uni Eropa bahwa Turki, yang telah menerima miliaran euro sebagai imbalan karena menghalangi arus migran Suriah ke Europe pada 2016, dapat "membuka gerbang" migran jika memang tidak mendapatkan dana lebih.

Menjelang perjalanannya ke Majelis Umum PBB, Erdogan mengatakan dia akan membahas rencananya dengan Trump dan para pemimpin Uni Eropa, tetapi setelah kembali tampaknya Erdogan tidak mendapatkan kejelasan atas rencana yang dia lakukan.

"Turki bukan negara yang bisa mandek," katanya di pesawat pulang. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menggemakan pesannya: "Jika kita tidak dapat menemukan jalan dengan Amerika Serikat, kita akan membersihkan organisasi teroris (dengan cara kita sendiri)," katanya, merujuk pada militan YPG.

Ketidaksepakatan AS-Turki 

Pasukan AS dan Turki sejauh ini telah melakukan separuh misi udara bersama atas timur laut Suriah dan dua patroli darat.

Sekutu NATO tidak setuju atas luasnya zona dan siapa yang harus mengendalikannya. Sementara AS menghindari pembicaraan soal "zona aman", bmalah memfokuskan diri pada "mekanisme keamanan".

AS telah memperingatkan Turki bahwa tindakan sepihak tidak akan menjandikan keamanan negara mana pun. Setidaknya tercatat sebanyak 250.000 orang telah tewas dalam konflik Suriah sejak dimulai pada Maret 2011 menurut perkiraan resmi PBB. Sementara yang lain mengatakan korban tewas sudah lebih dari 470.000.

Konflik itu juga telah menggusur rakyatnya sekitar setengah dari populasi negara itu. Sekitar 7 juta telah terlantar secara internal, sementara sekitar 5 juta warga Suriah mencari perlindungan di luar negeri.
LihatTutupKomentar