Frustasi Jumlah Penduduk, Israel Gunakan Twitter Bujuk Orang Yahudi Eropa Migrasi ke Negaranya

Frustasi Jumlah Penduduk, Israel Gunakan Twitter Bujuk Orang Yahudi Eropa Migrasi ke Negaranya


Negara Israel seolah Frutasi dengan jumlah penduduknya yang sedikit. Hal ini terungkap dengan manuver Kementerian Intergrasi Imigran Israel ketika mempromosikan bujukan migrasi ke negaranya dengan kutipan-kutipan palsu dan tokoh-tokoh imigram palsu lewat media sosial Twitter.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata banyak dari posting dari akun pemerintah Israel itu palsu - dan sering menggunakan hashtag AliyahStory yang orangnya sekarang sudah mati - untuk mendorong orang-orang Yahudi untuk membuat "Aliyah".

Aliyah adalah gerakan Imigran Yahudi untuk pindah ke negara Israel. Sekarang postingan-postingan itu pun telah dihapus setelah mendapatkan sorotan dari khayak publik. Kementerian Intergasi Imigran juga telah mengakui bahwa cerita palsu sengaja dibuat.


Kantor Berita Israel, Arutz Sheva mencatat bahwa di satu sisi, orang-orang dalam gambar postingan itu  nyata, tapi sayangnya bukan seorang imigran dan tidak pernah membuat kutipan yang seperti dalam diterbitkan oleh kementrian Imigran Israel.

Berdasarkan feed Twitter kementerian tersebut, ada seorang bernama Tanya Lipworth dari Chicago mengungkapkan bahwa dia merasa bangga telah memenuhi impian Zionis dan menjadikan "Aliyah" menjadi kenyataan". Namun sayangnya, tidak pernah ada catatan di internet tentang orang bernama Tanya Lipworth yang pernah ada.

“Saya tumbuh di rumah Yahudi, sekolah Yahudi, merasa bangga bahwa saya akhirnya memenuhi impian #Zionist. Saya sadar setelah menghabiskan satu tahun di #Israel, saya sadar mewujudkan Aliyah (gerakan Migrasi) itu memang bisa jadi kenyataan, ”kata Tanya Lipworth dari Chicago, AS.

- Misrad Haklita (@MisradHaklita) 6 Januari 2019

"Kehidupan di Isreal setelah mewujudkan Aliyah, saya menyadari tentang arti bagaimana tetap menjaga kekeluargaan, pertemanan di rumah (negara) sendiri. " kata Carla Weinberg dari Toronto.

Sementara imigran lain bernama Misrad Haklita juga bercerita bahwa: “Teknologi modern telah membuatnya lebih mudah untuk tetap berhubungan! Kami menyukai FaceTime Jumat kami! ” demikian cerita yang diunggah kementrian Israel. 

Menurut The Times of Israel, sebagian besar nama yang dicantumkan memang muncul di laman Facebook, tetapi tampaknya nama-nama tersebut bukan milik siapa pun yang pernah tinggal di Israel.

Jason Pearlman, mantan jurubicara Presiden Israel Reuven Rivlin, mengatakan: "Jika ini adalah akun kementerian yang asli, dan foto-foto serta nama-nama itu juga memang sengaja dibuat-buat, maka itu bukan lagi mengherankan (sudah menjadi watak Israel."

"Menggunakan gambar-gambar palsu untuk memperlihatkan ruang kelas atau pertemuan adalah satu wajar, tetapi pada saat kredibilitas Israel terus-menerus diserang di media sosial, maka wajar itu dianggap hal yang bodoh."

Israel telah melakukan banyak upaya untuk membujuk orang Yahudi dari Eropa dan AS untuk bermigrasi untuk mempertahankan keunggulan demografis warga negara Yahudi di negara bagian tersebut.

Meskipun 20 persen dari populasi Israel adalah warga Palestina, tetapi Israel secara konsisten menyangkal bahwa mereka secara etnis  telah dimusnahkan dari Palestina sejak 1948. Hal itu termasuk keturunan mereka.

Menurut badan statistik Internal Yahudi, imigrasi ke Israel meningkat lebih dari seperempat pada paruh pertama  tahun 2019, hampir seluruhnya didorong oleh lonjakan imigran Yahudi dari Rusia.

Jika benar angka imigran melonjak, lalu mengapa menggunakan akun palsu membujuk imigran? Apakah ini tanda etnis Yahudi Israel menuju kepunahan?

Nantikan perkembangan berita selanjutnya.  [ Demuslim.com/MEM]
LihatTutupKomentar