5 Keutamaan Hari Jumat Sayyidul Ayyam, Tuannya Para Hari

Foto: afifahafra.com


Hari Jumat merupakan hari yang istimewa, sebab merupakan sayyidul ayyam (tuannya hari). Jika dalam keseharian kita melihat ada sosok manusia yang dianggap sebagai tuan, maka hari Jumat adalah tuan bagi hari-hari yang lain. Dalam sebuah hadist disebutkan:


"Tuannya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Idul fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak berbuat dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat." (HR. Imam Syafii dan Ahmad).

Dalam hadist tersebut, dijelaskan ada 5 keutamaan hari Jumat.

Pertama, pada hari Jumat, Allah menciptakan Nabi Adam. Sebagaimana kita tahu, Nabi Adam diciptakan langsung oleh Allah SWT dari tanah liat yang dikeringkan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al-Hijr: 26).

Kedua, pada hari Jumat, Nabi Adam dikeluarkan dari Surga. Nabi Adam tinggal di surga sendirian. Karena kesepian, Allah menciptakan Bunda Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam a.s.. Akan tetapi, karena godaan Iblis, mereka pun memakan buah terlarang dan dikeluarkan Allah SWT dari surga. Akan tetapi, justru setelah di bumi, Nabi Adam dan Bunda Hawa memiliki keturunan-keturunannya hingga menjadi umat manusia seperti sekarang ini.

Ketiga, pada hari Jumat, Nabi Adam wafat. Dilansir dari Republika (31/3/2020), Nabi Adam tinggal di Mekah bersama istri dan anak keturunannya, dan memiliki usia panjang, yakni antara 950 hingga 1000 tahun. Diperkirakan beliau hidup sekitar tahun 5872-4942 Sebelum Masehi (SM).

Keempat, doa atau permintaan di hari Jumat adalah maqbul, alias diijabah/dikabulkan Allah SWT, selama dia tidak berbuat dosa dan tidak memutus tali silaturahim. Berdoa di hari Jumat setelah asyar hingga maghrib, merupakan waktu yang paling afdhal, sebagaimana hadist Nabi,

"Pada hari Jumat terdapat 12 jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah kecual Dia (Allah) akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar." (HR. Abu Dawud).

Kelima, pada hari kiamat, atau akhir dari kehidupan di dunia, berlangsung pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadist yang lain sebagai berikut,

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Itulah lima keutamaan hari Jumat menurut hadist tersebut di atas. Tentu masih banyak keutamaan-keutamaan lain yang memotivasi kita untuk beramal sebaik-baiknya di hari penuh berkah ini.

Belum ada Komentar untuk "5 Keutamaan Hari Jumat Sayyidul Ayyam, Tuannya Para Hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

banner

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner