Widget HTML #1

Israel Akan Kalah! Ini Alasannya


Perang Thufan Al Aqsha sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Sejak peristiwa penyerangan pasukan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dipicu oleh pendudukan Israel sejak 1948, Israel melancarkan agresi militer besar-besaran dan brutal ke Gaza. Tentara Israel menjatuhkan bom-bom dengan kekuatan yang sangat besar di Gaza. Menurut banyak pakar, bahkan daya ledak bom di Gaza, dua kali lipat lebih dahsyat daripada bom yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Hiroshima pada tahun 1945. 

Akan tetapi, berbeda dengan Hiroshima yang langsung menyerah saat dihajar bom, meski sudah dihujani bom dengan sangat intens selama lebih dari dua bulan, Palestina ternyata belum bisa ditaklukkan. Bahkan, perlawanan para pejuang Palestina yang dimotori oleh Hamas dan berbagai gerakan perlawanan lainnya justru semakin menguat. Ada indikasi bahwa Israel justru akan mengalami kekalahan dalam peperangan ini.

Menurut klaim Israel, selama invasi darat 648 tentara terluka dan 146 kondisi kritis. Jumlah ini yang resmi dikeluarkan oleh Israel, akan tetapi, data ini tampaknya sengaja dimanipulasi. Korban yang jatuh di pihak Israel sepertinya jauh lebih banyak lagi. Menurut data rumah sakit, sebagaimana disebutkan oleh Haaretz (11/12/2023), yang terluka lebih dari 3000, tepatnya 3117 orang. Ini belum sekitar 500 kendaraan tempur yang hancur. Baru-baru ini, juru bicara Hamas, Abu Ubaidah mengumumkan bahwa dalam 72 jam terakhir, mereka berhasil menghancurkan 72 kendaraan tempur Israel. Jumlah tentara Israel yang meninggal menurut Hamas sangat banyak, hanya saja tidak diumumkan oleh Israel.

Bayangkan, menurut DefenseNews, harga tank tipe Merkava mencapai US$ 3,5 juta per buah, atau jika dirupiahkan bisa mencapai sekitar Rp 53 milyar. Untuk sekitar 500 kendaraan tempur yang dihancurkan saja, Israel harus menanggung kerugiaan sekitar 26 trilyun rupiah! Menurut Kementerian Keuangan Israel, biaya perang mencapai $US 270 juta per hari, atau sekitar RP 4 trilyun perhari. Saat ini, perang telah berlangsung 68 hari. Sehingga untuk biaya perang saja, Israel telah mencapai Rp 240 trilyun. 

Ditambah biaya kerugian lain yang muncul akibat perang, Middle East Monitor pada 21 November 2023 melaporkan bahwa Israel mengalami total kerugian US$ 51 milyar, atu sekitar 789 trilyun rupiah. Saat ini, per 15 Desember 2023, mungkin biaya perang Israel telah melewati angka 1000 trilyun rupiah. Sebuah angka fantastis untuk negara yang penduduknya hanya sekitar 10 juta.

Israel memang telah berperang dengan sangat brutal. Bahkan, banyak kalangan menyebut, yang mereka lakukan bukan perang, tetapi genosida. Secara membabi buta, dalam tempo dua bulan, lebih dari 30 ribu ton bom mereka jatuhkan di Gaza. Mereka sangat boros.

Sekaya apapun Israel, sekuat apapun kucuran dari AS, lama-lama persenjataan Israel akan limit juga. Sekarang aja Israel sudah mulai sempoyongan dan terancam bangkrut. Tekanan rakyat kepada pemerintah AS untuk mengurangi bantuan ke Israel juga semakin besar.

Saya yakin, Israel akan kalah. Bukan saja karena banyaknya tentara Israel yang berhasil dilumpuhkan para pejuang Palestina, tetapi juga kekuatan pendanaan mereka yang makin lama makin melemah. Terlebih, negara-negara pro Israel di Eropa Barat juga saat ini sedang terkuras ekonominya untuk membantu Ukraina.

Tapi, bukankah korban meninggal Palestina sangat banyak? Ya. Lebih dari 17 ribu warga Palestina telah mereka bunuh. Tetapi mereka adalah warga sipil yang dibantai Israel. Sedangkan pejuang Palestina masih kuat. Israel belum berhasil menghancurkan mereka. IDF hanya bisa membunuh bayi, anak-anak, perempuan, dan orang sipil.

Persenjataan Hamas juga masih sangat melimpah. Hamas memenej persenjataan dengan sangat efektif dan efisien. Mereka juga bertempur sangat taktis. Satu peluru, satu sasaran. Dan hampir tidak pernah meleset. Dengan senjata yang relatif murah, mereka bisa menghancurkan alat-alat tempur Israel yang sangat mahal harganya. Dengan alasan ini pula, bantahan Hamas bahwa mereka tidak membunuh warga sipil di 7 oktober menjadi logis. Untuk apa Hamas buang-buang peluru untuk tujuan yang tidak mereka tetapkan?

Jadi, menurut saya, Hamas akan terus menghadapi Israel hingga beberapa bulan ke depan. Perlawanan sengit ini jelas akan membuat Israel limbung dan akhirnya menyerah. Allahu akbar!


Penulis: Yeni Mulati.

Posting Komentar untuk "Israel Akan Kalah! Ini Alasannya"

banner
banner