Widget HTML #1

Ingin Dicintai Allah? Hindari 6 Perkara Ini!


Salah satu cara agar kita dicintai Allah SWT, adalah dengan taat pada perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Larangan-larangan tersebut, jika dilanggar, akan berefek pada dosa. Dalam Islam, terdapat beberapa dosa besar yang dianggap sangat serius, bahkan ada dosa yang jika dilakukan sampai pada tahap tidak bisa diampuni, kecuali jika pelakunya bertaubat. Dosa syirik misalnya, merupakan dosa yang paling besar dan tidak terampuni.

Dosa-dosa besar tentu banyak jumlahnya. Namun, dalam artikel ini, DeMuslim akan mencoba memaparkan enam jenis dosa besar dalam ajaran agama Islam beserta beberapa dalil yang melarangnya:

1. Syirik 

Syirik adalah politeisme, atau memiliki sesembahan lebih dari satu. Kita menganggap bahwa Allah memiliki sekutu, padahal, Allah adalah Maha Esa, Maha Tunggal, Ahad, tak ada satupun yang sebanding dengan-Nya. Dosa syirik dalam Islam merupakan dosa yang tak akan diampuni, kecuali jika pelaku syirik atau yang disebut sebagai Musyrik itu bertaubat.

Dalam Al-Qur'an disebutkan: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (Q.S. An-Nisa: 48)

Contoh-contoh kesyirikan yang banyak dilakukan misalnya menyembah patung, menyembah pohon-pohon, percaya dengan kekuatan jimat yang berasal dari jin, mengabdi pada setan, dan sebagainya.

2. Membunuh Tanpa Alasan yang Dibenarkan

Membunuh bisa dibolehkan, tetapi tentunya dengan alasan yang dibenarkan. Misal membunuh penjahat yang melakukan kejahatan besar, atau membunuh musuh dalam peperangan. Namun, membunuh tanpa alasan yang dibenarkan adalah termasuk dosa besar, alias haram hukumnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar. Barangsiapa yang dibunuh secara zalim, maka Kami telah beri kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah mereka melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang mendapat pertolongan." (Q.S. Al-Isra: 33).

3. Mengambil Harta Orang Lain dengan Zalim 

Zalim adalah lawan kata dari adil. Segala sesuatu yang tidak adil adalah zalim. Mengambil harta orang lain dengan cara zalim misalnya dengan mencuri, merampok, merebut, menipu, atau korupsi. Perilaku ini adalah suatu hal yang sangat tercela.

Disebutkan dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, sehingga ia mencapai kedewasaannya. Dan penuhilah janji(mu), sesungguhnya janji (mu) adalah soal pertanggungan jawab." (Q.S. Al-Isra: 34). 

Mendekati harta anak yatim di sini maksudnya kita berusaha menguasai harta mereka yang masih anak-anak untuk kemanfaatan kita dengan mengabaikan hak-hak si anak yatim. Ketika seorang wali diberikan kewajiban untuk mengelola harta anak yatim, maka dia harus mengelola dengan penuh tanggung jawab, sampai si anak yatim tersebut cukup umur dan mampu mengelolanya sendiri.

4. Perzinaan

Zina atau perzinaan adalah perbuatan melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan. Dalam Islam, zina dihukumi sebagai perbuatan dosa yang sangat tercela. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. Al-Isra: 32).

Maksud dari ayat tersebut, bahkan sekadar mendekati zina (seperti berpelukan, berciuman, atau bermesraan dengan lawan jenis yang bukan suami atau istri) saja dilarang, apalagi zinanya itu sendiri, atau jimak di luar ikatan pernikahan.

5. Durhaka Terhadap Orangtua

Orangtua dalam Islam, apalagi ibu, mendapatkan penghormatan yang sangat tinggi. Seorang anak wajib berbuat baik terhadap kedua orangtuanya. Allah SWT berfirman, "Dan, Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS Al Israa ayat 23).

6. Bersumpah Palsu

Saat seseorang mendapatkan jabatan, maka dia akan disumpah di bawah kitab suci, jika muslim biasanya Al-Quran. Jika dia ternyata menjadikan sumpah itu sekadar formalitas belaka dan bahkan dengan sengaja dilanggar, maka dia telah masuk kategori sumpah palsu.

Dalam sebuah hadistnya, Rasulullah Saw. bersabda, "Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada orang tua, membunuh manusia, dan sumpah palsu." (HR Bukhari).

Itulah 6 perbuatan dosa besar yang sebisa mungkin harus kita hindari, ya Sobat Demuslim. Semoga dengan cara itu, Allah SWT akan mencintai kita dan menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang yang taat.

[US].

Posting Komentar untuk "Ingin Dicintai Allah? Hindari 6 Perkara Ini!"

banner
banner