Tips Membangun Sirkel Pertemanan yang Positif
Banyak orang merasa malas menjalin pertemanan karena menganggap relasi itu toksik—alias lebih sering membikin bete, tidak membahagiakan, bahkan menyisakan sakit hati karena harapan tak terpenuhi. Karena banyak pengalaman patah hati dalam membangun interaksi pertemanan, akhirnya, sebagian memilih menyendiri: mengurung diri di kamar, tenggelam dalam gawai, atau berinteraksi dengan akun-akun asing di dunia maya yang terasa lebih memahami keinginan kita.
Pernah dengar kan, kisah nyata tentang anak-anak muda yang ingin menikah dengan karakter Anime? Itu bukan guyonan, lho, karena ternyata memang nyata adanya.
Namun, benarkah pertemanan di dunia nyata tidak penting? Tentu tidak. Kita adalah makhluk sosial, dan relasi yang sehat membantu kita menjadi “cerdas” secara sosial. Lingkar pertemanan bukan sekadar soal punya teman nongkrong, melainkan lingkungan psikologis tempat jiwa kita bernapas. Dalam teori social support menurut Sarafino, dukungan sosial merupakan faktor penting yang menjaga kesehatan mental sekaligus memperkuat daya lenting seseorang. Siapa yang berada di sekelilingmu sangat memengaruhi cara kamu berpikir, merasakan sesuatu, dan bangkit saat hidup terasa berat.
Dukungan Sosial
Sarafino menjelaskan beberapa bentuk dukungan sosial. Ada empat jenis dukungan sosial menurut Sarafino. Pertama, dukungan emosional membuat kita merasa didengar dan tidak sendirian. Kedua, dukungan penghargaan (esteem support) mengingatkan bahwa kita berharga dan mampu. Ketiga, dukungan instrumental tampak dalam bantuan nyata saat kita kesulitan. Dukungan informasi membantu melihat solusi, bukan sekadar masalah. Terakhir, yakni keempat, dukungan jaringan sosial memberi rasa memiliki—bahwa kita bagian dari sesuatu.
Sirkel yang positif bukanlah yang selalu setuju, melainkan yang menumbuhkan. Mereka menenangkan saat kita goyah, menegur saat kita keliru, dan merayakan saat kita berkembang. Sebaliknya, lingkungan penuh kritik menjatuhkan, drama, dan energi negatif dapat menguras kesehatan mental tanpa disadari.
Memang, relasi kadang menyakitkan. Ada harapan yang patah, ada jengkel dan kecewa. Tetapi bila dimaknai sebagai proses belajar, pengalaman itu justru mematangkan, mendewasakan, dan menguatkan mental. Hidup tidak selalu bisa disesuaikan dengan keinginan kita; kadang kita harus bernegosiasi dengan kenyataan dan belajar menerima ketidaknyamanan. Tanpa kemampuan ini, kita mudah menjadi pribadi rapuh.
Meski begitu, membangun lingkungan yang sehat tetap membutuhkan kehati-hatian. Menyendiri terus-menerus tidak baik, tetapi berkawan tanpa seleksi juga berisiko. Memilih pertemanan bukanlah sikap egois—itu bentuk menjaga diri. Sebab sering kali, kekuatan kita bukan hanya berasal dari dalam, melainkan dari siapa yang berdiri di samping kita.
Tips Membentuk Sirkel Positif
Bagaimana tips membentuk sirkel pertemanan yang baik?
- Pertama, pastikan memiliki prinsip hidup, visi dan misi hidup serta tujuan yang sama. Jadi, saat berteman, kita akan saling menguatkan satu sama lain dalam sebuah track yang sama.
- Kedua, mencoba saling berkenalan dengan baik. Dari hari ke hari, kita sebaiknya belajar untuk tahu, siapa dia, bagaimana dia, karakternya seperti apa, dan seterusnya.
- Ketiga, belajar saling memahami positif dan negatif teman kita. Nggak ada orang yang sangat negatif, nggak ada juga yang selalu positif seperti malaikat.
- Keempat, setelah saling memahami, kita perlu saling menolong, meringankan beban, memberi dukung. Catat, ya: SALING. Jadi nggak ada tuh, isinya menolong terus, begitu butuh pertolongan malah zonk. Kita juga bisa membuat proyek-proyek kebaikan bersama, agar selain memiliki ikatan kasih sayang dan ukhuwah, kita juga terikat dalam komitmen kebaikan tersebut.
- Kelima, saling mendoakan, saling memikul beban, saling memberikan dukungan emosi. Jadikan bahu kita sebagai tempat dia bersandar, jadikan diri kita tempat yang nyaman untuk curhatnya, demikian pula sebaliknya.
Yuk, belajar membangun sirkel pertemanan yang tak hanya berorientasi dunia, tetapi juga akhirat. Memiliki teman-teman yang baik itu anugerah tak ternilai, lho.
Penulis: Kak Afifah Afra (Pembina Demuslim Community).
.png)


Posting Komentar untuk "Tips Membangun Sirkel Pertemanan yang Positif"
Posting Komentar