Bocah Usia 3 Tahun di Malang Dipukul Ayah Tiri Sampai Mati

Bocah Usia 3 Tahun di Malang Dipukul Ayah Tiri Sampai Mati

Foto Pembunuhan Anak oleh Ayah Tiri di Malang
Polres Malang Kota Ungkap Pembunuhan Anak Tiri (Foto: Muhammad Aminudin-detikcom)
MALANG– Tidak hanya ibu tiri yang selalu diberitakan kejam, kini ayah tiri pun tak kalah bengisnya.  Seorang ayah  di lota Malang, bernama Ery Age Anwar (36) harus mendekam di penjara lantaran menganiaya anak tirinya Agnes Arnelita sampai mati. 

Bocah berusia tiga tahun sempat diinjak, dibakar kakinya di atas kompor, dan menginjak punggung korban. Lantaran kebengisan itu, Agnes pun menemui ajalnya.

Awalnya, Ery, si pelaku, mengaku bahwa dia menemukan jasad putrinya tenggelam di kamar mandi rumahnya. Korban lantas dilarikan ke RS Reva Husada untuk mendapat pertolongan.
Namun ternyata, keterangan yang diucap oleh Ery hanya kebohongan belaka. Hal itu terungkap setelah pihak kepolisian menemukan adanya luka lebam dan luka bakar di tubuh korban saat outopsi dilakukan.

“Ada luka melepuh di kaki korban, juga ada luka lebam di punggung dan pelipis,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi.
Meski begitu, si pelaku, sempat mengelak ketika fakta outopsi dilaporkan. Kini, sang ayah tiri Ery Age Anwar sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah pemeriksaan yang panjang, pelaku akhirnya membeberkan motif pembunuhan yang dilakukannya. Ery mengaku telanjut menganiaya korban hingga tewas lantaran kesal lantaran korban buang air di dalam celana.

Bermaksud untuk memberi ‘pelajaran’, pelaku tega menginjak punggung korban sebanyak dua kali dan perut korban sebanyak satu kali.

Tak cuma menginjak-injak korban, pelaku juga mengguyur anak tirinya dengan air dingin lalu membakar kakinya di atas kompor.

“(Akibat) oorban buang air sembarang itu(lah) yang membuat pelaku emosi. Dengan cara menginjak sebanyak dua kali ya ke punggung dan perut korban. Dia ngaku bakar kaki korban dengan alasan korban menggigil,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Penyesalan selalu datang belakangan, begitu pula lah yang kini dirasakan oleh pelaku.

“Tersangka mengaku spontan dan khilaf apa yang telah ia perbuat kepada korban,” ucap Dony.

Terkait dengan kesaksian palsu pelaku di awal penyelidikan, Dony mengatakan hal tersebut terjadi lantaran tak ada saksi saat kejadian.
“Tersangka berani berbohong karena saat itu tidak ada saksi di rumahnya.”

“Saat kejadian, hanya ada tiga orang di rumah, yaitu tersangka, korban, dan anak tersangka yang berusia 1,5 tahun,” tutupnya. []

Sumber grid.id
LihatTutupKomentar