Widget HTML #1

Sirah Nabi Muhammad SAW: Masa Kelahiran


Muhammad SAW adalah nabi yang digelari sebagai Khatamul Anbiya, atau penutup para Nabi. Serangkaian kejadian menakjubkan menjadi penanda lahirnya bayi istimewa yang kelak akan menjadi manusia utama kesayangan Allah SWT dan alam semesta: Muhammad SAW. Dua bulan sebelum Nabi lahir, terjadi serangan tentara Jenderal Abrahah dengan membawa gajah ke Mekah, bertujuan untuk menghancurkan Ka'bah. Akan tetapi, Allah SWT menghancurkan Pasukan Abrahah dengan mengirim pasukan burung yang menjatuhkan batu-batu panas. 

Peristiwa lain adalah matinya api suci yang disembah penganut agama Majusi di Persia, padahal api itu sudah menyala selama sekitar 1000 tahun. Juga amblasnya gereja Bahira. Hal ini terdapat dalam sebuah hadist riwayat Baihaqi,

Pada malam kelahiran Nabi Muhammad saw, balkon istana Kisra runtuh, 14 gereja runtuh, api (sesembahan Majusi) di Persia padam yang sebelumnya menyala selama 1000 tahun, dan gereja Bahira amblas ke tanah.” 

Pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal, bayi itu terlahir dari seorang perempuan mulia bernama Aminah binti Wahab. Bayi tersebut diberi nama Muhammad, sebuah nama yang baru dikenal di Tanah Arab. Nama Muhammad merupakan isi maf'ul dari Hamdun, artinya pujian. Muhammad juga memiliki nama lain, yaitu Ahmad. Hal ini tersebut dalam hadist berikut ini,

“Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku Ahmad, aku al-Mahi yang sebab diriku Allah menghapus kekafiran, aku al-Hasyir tempat manusia akan berkumpul, dan aku al-Aqib.” (HR. Bukhari).

Sebagaimana disebutkan di atas, Muhammad merupakan nama yang belum pernah dipakai oleh orang Arab sebelum beliau. Hal ini juga menunjukkan keistimewaan beliau sebagai insan utama yang dipilih Allah SWT sebagai nabi terakhir.

Tahun kelahiran beliau sering disebut sebagai tahun Gajah. Kalau ditarik dari tahun Hijriah, berarti 53 tahun sebelum tahun hijriah, karena Rasulullah menjadi Rasul pada usia 40 tahun, lalu berdakwah di Mekah selama 13 tahun, dan berdakwah di Madinah selama 10 tahun. 

Jika ditarik dari penanggalan Gregorius, tanggal kelahiran beliau bertepatan dengan 20 April tahun 571. Pada tahun tersebut, sedang berkuasa 2 imperium besar dunia, yakni Kekaisaran Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel dengan kaisarnya bernama Yustinus II (berkuasa tahun 565 – 578 M), dan Kekaisaran Persia (Sasaniyah) yang berpusat di kota Tisfon, sebuah kota kuno di tepi Sungai Tigris, Iran.

Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekah, berasal dari keluarga Bani Hasyim yang mulia. Ayah beliau, Abdullah, adalah putra dari Abdul Muthallib bin Hasyim (nama aslinya Syaibah bin Hasyim), seorang pemuka Suku Quraisy yang terkemuka. Abdul Muthalib adalah pemimpin keempat Konfederensi Suku Quraisy. 

Abdul Muthalib memiliki beberapa putra dan puteri, yaitu: Al-Harits, Abu Lahab (Abdul Uzza bin 'Abdul Muttalib), Abu Thalib (nama aslinya Abdul Manaf), Zubair, Abdullah (ayah Nabi Muhammad SAW), Hamzah, Abbas, Al-Baidha', Barrah, Arwa, Atikah, Umamah, dan Safiyyah.

Dari jalur ayahnya, nasab Rasulullah tersambung kepada Nabi Ibrahim a.s. dan nabi Adam a.s. Berikut ini adalah urutan nasab beliau yang sangat mulia:

Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Nabi Ilyas A.S bin Mudlar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin ‘Adad bin Humaisa’ bin Salaaman bin ‘Iwadh bin Buuz bin Qimwal bin Abi Awwam bin Naasyid bin Hiza bin Buldas bin Yadhaf bin Thabiikh bin Jaahim bin Naahisy bin Maakhi bin ‘Iid bin Abqor bin ‘Ubaid bin Addi’a bin Hamdaan bin Sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awi bin ‘Iid bin Disyaan bin ‘Aishar bin Afnaad bin Ayhaam bin Miqshar bin Naahits bin Zaarih bin Sumay bin Mizzi bin Uudah bin ‘Uram bin Qoidzar bin Nabi Ismail A.S bin Nabi Ibrahim A.S. bin Taarih (Aazar) bin Nahuur bin Saaruu bin Raa’uw bin Faalikh bin ‘Aabir bin Syaalikh bin Afkhasyad bin Sam bin Nabi Nuh A.S bin Laamiik bin Mutwisylakh bin Nabi Idris A.S bin Yarid bin Mahlaaiil bin Qoinaan bin Aanuusyah bin Nabi Syits A.S bin Nabi Adam A.S.

Adapun sang ibu, Aminah binti Wahab, adalah puteri dari Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab, seorang pemimpin dari Bani Zuhrah. 

Abdullah bin Abdul Muthalib wafat saat Nabi masih dalam kandungan, sehingga saat lahir, beliau langsung di bawah perlindungan sang kakek sebagai wakil dari ayahnya, Sang kakek sangat sayang dengan cucunya tersebut. Abdul Muthalib. Kakeknya pulalah yang memberi nama Muhammad, dan bersikukuh dengan nama tersebut, meskipun banyak orang yang merasa heran dengan nama yang tak lazim tersebut. [US].

Posting Komentar untuk "Sirah Nabi Muhammad SAW: Masa Kelahiran"