Widget HTML #1

Mahathir: Pejuang Palestina Bukan Teroris

Dr. Mahathir Mohamad

Politisi Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad kembali bersuara lantang menentang Israel, sekaligus membela Palestina. Pernyataan tersebut dituliskan dalam media sosial milik Elon Musk, yakni Twitter atau X. Dalam akun X-nya, @chedetofficial, pada 30/10, Mahathir menyebutkan bahwa para pejuang Palestina bukanlah teroris, karena mereka berjuang untuk membebaskan tanah airnya dari penjajahan. 

Menurut mantan perdana menteri Malaysia yang kini berusia 98 tahun itu, "when you are fighting for your own country, that is not terrorism. So you have to be able to distinguish between what is terrorism and what is struggle to regain your own country  (ketika Anda berjuang untuk negara Anda sendiri, itu bukanlah terorisme. Jadi harus bisa membedakan mana yang terorisme dan mana yang perjuangan merebut kembali negara sendiri)."

Pernyataan tersebut muncul di tengah derasnya tuduhan barat, khususnya Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, bahwa aksi terorisme telah terjadi di Palestina, yang dilakukan oleh para pejuang Hamas. 

Berikut ini adalah pernyataan lengkap Mahathir dalam akun tersebut. 

Screenshoot pernyataan Mahathir Mohamad

Terorrism is committed by everybody. Today we hear in America, 16 people were killed by a person who shot them with a gun - that is terrorism. But when you are fighting for your own country, that is not terrorism. So you have to be able to distinguish between what is terrorism and what is struggle to regain your own country. 

As you know at one time, Jomo Kenyatta was regarded as a terrorist. But he was fighting for Kenya (from British colonial rule). And when he succeeded they no longer called him a terrorist. So fighting for your own land which has been stolen is not terrorism. It is the struggle of people to regain their own country.

In a recent conversation on Aljazeera Mubasher with moderator Mr Mostafa Ashoor on Israel’s continued aggression and occupation of Palestine.

Terorisme dilakukan oleh semua orang. Saat ini kita mendengar di Amerika, 16 orang dibunuh oleh seseorang yang menembak mereka dengan senjata – itulah terorisme. Namun ketika Anda berjuang untuk negara Anda sendiri, itu bukanlah terorisme. Jadi harus bisa membedakan mana yang terorisme dan mana yang perjuangan merebut kembali negara sendiri.

Seperti yang Anda ketahui, Jomo Kenyatta pernah dianggap sebagai teroris. Tapi dia berjuang untuk Kenya (dari pemerintahan kolonial Inggris). Dan ketika dia berhasil, mereka tidak lagi menyebutnya teroris. Jadi memperjuangkan tanah sendiri yang dirampas bukanlah terorisme. Ini adalah perjuangan rakyat untuk mendapatkan kembali negaranya sendiri.

Dalam percakapan baru-baru ini di Aljazeera Mubasher dengan moderator Mr Mostafa Ashoor tentang agresi dan pendudukan Israel yang berkelanjutan di Palestina.


Posting Komentar untuk "Mahathir: Pejuang Palestina Bukan Teroris"