Widget HTML #1

judul gambar

Tips Menjadi Pembicara Ceramah atau Kultum yang Berkesan di Bulan Ramadan


Sebentar lagi, kita akan memasuki Bulan Ramadan. Tentu banyak yang harus disiapkan, agar Ramadan tak hanya menjadi bulan ibadah pribadi, tetapi juga menjadi momen berbagi kebaikan melalui lisan. Saat Ramadan, banyak orang tiba-tiba mendapat amanah mengisi kultum setelah tarawih, menjelang berbuka, atau di berbagai kegiatan keislaman lainnya. Meski durasinya singkat, kadang bahkan hanya tujuh menit, kultum tetap membutuhkan persiapan serius. Sebab, satu kalimat yang menyentuh hati bisa menjadi pintu hidayah bagi orang lain, sekaligus ladang pahala jariyah bagi kita.

Berikut beberapa persiapan penting agar ceramah Ramadan lebih bermakna dan menyentuh.

Persiapan Ilmu (Materi)

Ini fondasi utama. Jangan sampai kita berdiri di depan jamaah tanpa benar-benar menguasai apa yang akan disampaikan. Karena itu, materi sebaiknya:

  • Sudah disiapkan jauh hari
  • Tersusun sistematis (pembuka–isi–penutup)
  • Menggunakan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan
  • Didukung dalil yang shahih dan penjelasan yang tepat

Untuk memudahkan, kita bisa merujuk sumber yang terpercaya. Salah satunya buku Kumpulan Ceramah Ramadan terbitan Penerbit Indiva Media Kreasi. Buku yang kami rekomendasikan ini merupakan tulisan dari Ustadz Hatta Syamsuddin, Lc., M.Ag. Sebuah buku yang didedikasikan untuk membantu pembicara menyiapkan materi yang relevan, tematik, dan sesuai kebutuhan suasana Ramadan. Kita tak perlu susah payah mencari bahan, karena isi dari buku ini merupakan bahan yang sudah matang, yang membuat penyampaian kultum penuh rasa percaya diri dan tidak berputar-putar.

Persiapan Fisik

Dakwah tidak boleh mengabaikan aspek penampilan. Fisik yang bersih dan rapi adalah bagian dari adab terhadap jamaah.

  • Pastikan tubuh bersih dan segar
  • Gunakan pakaian yang sopan, rapi, dan pantas
  • Jaga kesehatan, cukup istirahat, dan minum air yang cukup saat kultum dilakukan di malam hari.

Kondisi fisik yang prima membantu suara lebih jelas, fokus terjaga, dan penyampaian lebih nyaman didengar.

Persiapan Ruhiyah (Spiritual)

Awas, ceramah bukan sekadar berbicara di depan podium! Ceramah adalah menyampaikan pesan Allah. Maka hati harus disiapkan.

  • Luangkan waktu membaca Al-Qur’an sebelum tampil
  • Perbanyak dzikir
  • Berdoa memohon kemudahan, ketenangan, dan keikhlasan

Ketika ruhiyah kuat, kata-kata yang keluar lebih tulus dan mudah menyentuh hati pendengar. Bukan hanya lisan yang berbicara, tetapi hati ke hati.

Persiapan Mental

Rasa gugup itu wajar, bahkan bagi pembicara berpengalaman. Yang penting adalah cara mengelolanya.

  • Tarik napas dalam beberapa kali sebelum tampil
  • Tanamkan keyakinan bahwa kita hanya menyampaikan, Allah yang memberi hidayah
  • Bangun sugesti positif pada diri sendiri
  • Jika perlu, minta doa dan dukungan dari orang terdekat

Rasa percaya diri sebenarnya tidak dibangun dari perasaan bahwa kita hebat. Percaya diri muncul saat kita yakin bahwa kita sudah berusaha sebaik mungkin.

Persiapan Teknis

Hal kecil secara teknis sering kali sangat menentukan. Agar pelaksanaan Kultum atau ceramah berjalan lancar, coba terapkan beberapa hal ini.

  • Latihan berbicara di depan cermin
  • Perhatikan intonasi dan tekanan suara (tidak terlalu pelan atau terlalu keras)
  • Coba rekam latihan kita untuk mengevaluasi gerak tubuh, kejelasan suara, dan tempo bicara
  • Perhatikan durasi agar tidak terlalu panjang

Jangan bertele-tele, karena Kultum yang singkat, padat, namun jelas dan tepat sasaran, seringkali justru lebih mudah diingat.

Penutup

Jangan pernah meremehkan kultum hanya karena durasinya pendek. Bisa jadi, satu ayat yang kita sampaikan menjadi sebab seseorang memperbaiki shalatnya, memperbaiki akhlaknya, atau kembali mendekat kepada Allah. Setiap kata yang mengajak pada kebaikan adalah investasi akhirat.

Ramadan adalah bulan kesempatan. Maka ketika diberi amanah berbicara, persiapkan diri sebaik mungkin—ilmu, fisik, ruhiyah, mental, dan teknis. Kita tentu ingin agar dakwah kita selain terdengar juga mampu menggerakkan hati, bukan?


Posting Komentar untuk "Tips Menjadi Pembicara Ceramah atau Kultum yang Berkesan di Bulan Ramadan"