Widget HTML #1

judul gambar

Kapal GSF Dibajak, 9 Aktivis WNI Diculik Israel di Perairan Internasional

Keberangkatan Delegasi GPCI beberapa waktu yang lalu

Kabar tak sedap membuat nurani kita semua tercabik. Pasukan Israel melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional dekat Siprus pada Senin, 18 Mei 2026. Menurut informasi dari Dr. Maimon Herawati, selalu koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), semua kapal dalam konvoi kemanusiaan tersebut dicegat dan dibajak, sementara puluhan aktivis, termasuk warga negara Indonesia diculik.

Pembajakan kapal terjadi secara bertahap. Awalnya dari Pelabuhan Marmaris Istanbul, 69 kapal berlayar menuju Gaza. Tentara Israel mencegat kapal-kapal tersebut dan menculik aktivisnya. Sejumlah 10 kapal GSF sempat lolos dan melanjutkan pelayaran hingga mendekati 80–100 mil laut dari Gaza. Namun, operasi militer Israel kembali menghentikan perjalanan mereka. Dengan demikian, 69 kapal yang membawa bantuan medis dan makanan untuk warga Gaza, termasuk kebutuhan anak-anak, dibajak penjajah Zionis secara ilegal.

Daftar WNI yang Diculik Israel

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dilaporkan diculik tentara Israel. Daftar mereka adalah sebagai berikut:

Andi Angga Prasadewa, aktivis kemanusiaan (kapal Josep/Josef)  

Bambang Noroyono, jurnalis Republika (kapal BoraLiza/Boralize)  

Thoudy Badai Rifanbillah, jurnalis Republika (kapal Orguzluk/Ozgurluk)  

Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo (kapal Orguzluk/Ozgurluk)  

Rahendro Herubowo, jurnalis iNews (kapal Orguzluk/Ozgurluk)  

Herman Budianto Sudarsono, aktivis kemanusiaan (kapal Zafiro)  

Ronggo Wirasanu, aktivis kemanusiaan (kapal Zafiro)  

Asad Aras Muhammad, aktivis kemanusiaan (kapal Kasr-1 Sadabad)  

Hendro Prasetyo Subekti, aktivis kemanusiaan (kapal Kasr-1 Sadabad) 

Pesan Darurat Para Aktivis

Beberapa aktivis yang ditangkap sempat mengirimkan pesan darurat (SOS) sebelum kontak terputus. Lebih dari 87 aktivis GSF yang ditahan dilaporkan melakukan mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penangkapan tersebut sekaligus solidaritas terhadap tawanan Palestina.

Misi GSF bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa susu formula, obat-obatan, dan barang kebutuhan lainnya ke Gaza. Organisator menyebut operasi Israel sebagai pembajakan ilegal di perairan internasional. Ada laporan bahwa pasukan Israel sempat menembakkan senjata api ke arah salah satu kapal (Girolama). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan memberikan ucapan selamat kepada pasukannya atas operasi tersebut. 

Kementerian Luar Negeri RI telah mengecam keras tindakan Israel dan mendesak pembebasan segera kesembilan WNI tersebut. Indonesia dan Malaysia, serta berbagai organisasi pers seperti PFI, AJI, dan Dewan Pers, turut mengecam penangkapan jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. 

Masyarakat Indonesia diminta terus memantau perkembangan kasus ini. Berbagai pihak menyerukan agar pemerintah Indonesia dan komunitas internasional meningkatkan tekanan diplomatik untuk membebaskan para aktivis, menjamin keselamatan mereka, serta mendukung upaya kemanusiaan bagi warga Palestina. 

Posting Komentar untuk "Kapal GSF Dibajak, 9 Aktivis WNI Diculik Israel di Perairan Internasional"