Yuk Kerjakan Shalat Sunnah, Ibadah Tambahan yang Penuh Keutamaan
Sobat De Muslim, pada kesempatan yang lalu, kita telah membahas shalat fardhu atau sholat wajib. Ada dua jenis shalat fardhu, yaitu yang bersifat fardhu ain (wajib atas setiap individu) seperti sholat lima waktu, dan fardhu kifayah (wajib secara kolektif), misalnya sholat jenazah. Selain kedua hal tersebut, Islam juga mengajarkan shalat sunnah. Shalat sunnah merupakan ibadah tambahan di luar shalat wajib yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyempurnakan kekurangan shalat fardhu, menambah pahala, serta meningkatkan kualitas spiritual seorang hamba.
Karakteristik Shalat Sunnah
Seperti apakah pelaksanaan sholat Sunnah? Secara umum, shalat sunnah memiliki tiga karakteristik utama. Kita bahas yuk!
1. Tidak wajib
Yakni jika ditinggalkan, tidak berdosa. Namun, meninggalkannya secara terus-menerus dapat mengurangi kedekatan kepada Allah, yang akan berefek pada berkurangnya cinta Allah kepada seorang hamba.
Dalam sebuah Hadits Qudsi dari Abu Hurairah r.a., Allah berkata, “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari).
Jadi, jangan menyepelekan shalat sunnah ya.
2. Sangat dianjurkan
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakannya. Barang siapa mengerjakannya, ia akan mendapatkan pahala berlipat ganda dan kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Ini merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim yang ingin meningkatkan derajatnya.
Nabi bersabda, “Perbanyaklah sujud (shalat sunnah). Karena setiap sujud karena Allah, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosamu.” (HR. Muslim).
3. Fungsi penyempurna
Shalat sunnah berfungsi menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib (baik dari segi jumlah rakaat, kekhusyukan, rukuk, sujud, maupun kekurangan lainnya), menambah pahala, menghapus dosa kecil, mengangkat derajat, serta mendekatkan diri kepada Allah hingga mencapai cinta-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: “Amalan yang pertama kali diperhitungkan dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika sempurna, sempurna pula pahalanya. Jika kurang, Allah berfirman kepada malaikat-Nya: ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah? Maka sempurnakanlah shalat wajibnya dengan shalat sunnah tersebut.’” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).
Pembagian Shalat Sunnah
Shalat sunnah itu ada banyak, dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tingkat penekanan Rasulullah SAW, yaitu muakkad dan ghairu muakkad.
1. Shalat Sunnah Muakkad (Sangat Dianjurkan)
Muakkad berarti sangat ditekankan, tapi tidak sampai menjadi wajib. Pada prakteknya, Nabi SAW hampir tidak pernah meninggalkannya, kecuali karena uzur. Penekanan ini bisa melalui sabda atau perbuatan beliau secara konsisten.
Contoh dari sholat ini adalah shalat rawatib yang bersifat muakkad, seperti 2 rakaat qabliyah Shubuh, 2 rakaat qabliyah Zhuhur, 2 rakaat bakdiyah Zhuhur, 2 rakaat bakdiyah Magrib, dan 2 rakaat bakdiyah Isya
2. Shalat Sunnah Ghairu Muakkad (Tidak Terlalu Ditekankan)
Ini adalah shalat sunnah yang kadang dikerjakan dan kadang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, tetapi tetap berpahala jika dilakukan. Contohnya adalah shalat rawatib yang ghairu muakkad seperti shalat sunnah qabliyah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu Ashar.
Apa Saja Contoh Sholat Sunnah?
Sholat Sunnah ada banyak jenisnya, yang tentu bagi hamba Allah menjadi peluang besar untuk yang meraih cinta Allah. Berikut ini adalah beberapa jenis sholat sunnah.
1. Shalat Rawatib
Ini adalah sholat yang menyertai shalat fardhu 5 waktu ya, Sobat! Ada dua jenis shalat Rawatibm yaitu yang muakkad dan ghairu muakkad. Yang muakkad totalnya 10 atau 12 rakaat sehari. Apa saja? Yaitu 2 rakaat qabliyah Subuh, 2 (atau 4) rakaat qabliyah Zhuhur, 2 rakaat ba’diyah Zhuhur, 2 rakaat ba’diyah Maghrib, 2 rakaat ba’diyah Isya.
Ummu Habibah tidak lagi meninggalkan shalat ini setelah mendengar hadist tentang 12 rakaat yang akan menyebabkan Allah membangun rumah di surga. Begini hadistnya, “Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (HR. Muslim).
Sedangkan Shalat Rawatib yang ghairu muakkad contohnya yaitu 2 atau 4 rakaat qabliyah Ashar, 2 rakaat qabliyah Maghrib, dan 2 rakaat qabliyah Isya.
2. Shalat Witir
Ini adalah shalat ganjil di akhir malam. “Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil.” (HR. Bukhari-Muslim). Shalat witir bisa 3 rakaat atau paling sedikit 1 rakaat.
3. Shalat Tahajud (shalat malam)
“Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Allah SWT berfirman: “Bangunlah di malam hari untuk shalat tahajud sebagai amalan tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).
4. Shalat Idul Fitri dan Idul Adha
Ini shalat yang mungkin istimewa ya, karena diselenggarakan saat hari raya. Keduanya sama, dikerjakan 2 rakaat berjamaah, di lapangan atau masjid, diikuti khutbah. Pelaksanaannya dilakukan setahun dua kali yaitu 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah. Pada shalat ini tidak ada adzan maupun iqamah. Jumlah rakaat pada shalat ini adalah 2 rakaat. Tata caranya dimulai dengan takbir 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua (menurut mayoritas ulama), lalu khutbah setelah shalat.
5. Shalat Dhuha
Waktu setelah matahari terbit hingga menjelang Zhuhur (sebaiknya saat matahari naik sepenggal). Dianjurkan untuk mendatangkan rezeki dan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat Dhuha dapat melunasi hutang dan membawa rezeki (HR. Muslim dan Abu Daud). Shalat Dhuha ini bisa dilakukan dalam beberapa rakaat, minimal 2, bisa juga 4-8 rakaat.
“Barangsiapa yang shalat Dhuha dengan baik, maka dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Abu Daud, dishahihkan).
6. Tahiyyatul Masjid
Shalat 2 rakaat saat masuk masjid sebelum duduk. Ketika kamu baru masuk ke masjid dan sudah dalam keadaan berwudhu, jangan langsung duduk, tapi bisa langsung mengerjakan shalat 2 rakaat untuk memuliakan masjid.
Penutup
Itu adalah 6 contoh sholat sunnah ya. Tentu masih banyak jenis sholat sunnah lain, seperti sholat gerhana, sholat sunnah setelah wudhu, shalat istisqa, dan sebagainya. Kalau kamu sudah rajin sholat wajib, yuk kita coba praktikkan sholat sunnah!
Jadi, Sobat De Muslim, Shalat sunnah adalah ibadah tambahan yang memperkuat fondasi spiritual, memperbaiki hubungan hamba dengan Allah SWT, menyempurnakan shalat fardhu, serta menjadi investasi pahala untuk akhirat.
Rasulullah SAW bersabda: “Istiqamahlah, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amalan kalian adalah shalat.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani).
Mari kita biasakan mengerjakannya dengan ikhlas dan istiqamah, karena setiap sujud sunnah membawa kita lebih dekat kepada ridha Allah. Semoga Allah SWT menerima semua ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba yang dicintai-Nya. Amin.
.png)


Posting Komentar untuk "Yuk Kerjakan Shalat Sunnah, Ibadah Tambahan yang Penuh Keutamaan"
Posting Komentar