Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
banner
banner

Kabar Duka, Ustadz Muinudinillah Bashri Wafat, Inilah Riwayat Hidup Beliau

Dr. Muinudinillah Bashri, Lc., MA

Ustadz Muinudinillah Bashri, seorang ulama kharismatik dari Solo Raya wafat pada 8 Desember 2020 kemarin. Beliau wafat setelah berjuang melawan Covid19 di RSU Muwardi, Solo. Meski sempat dikabarkan membaik karena terapi plasma, ternyata beliau dikabarkan wafat pada Rabu (8/12/2020) jam 19.15 WIB. Jenazah dimakamkan di Makam Muslim Ar-Rahmah, Blimbing, Gatak, Sukorhajo esok harinya (9/12/2020). Pemakaman dilakukan menggunakan protokol Covid. Akan tetapi, ribuan massa datang untuk mensholatkan di lapangan depan masjid Isyka, Makamhaji, Sukoharjo. Saat shalat, jenazah tetap berada di ambulance, dan terpantau oleh DM adanya protokol kesehatan yang dipatuhi oleh para pelayat.

Dr. Muinudinillah Bashri, Lc., MA, lahir di Sukoharjo, 15 Juni 1966. Beliau adalah putra sulung dari Mohammad Basri, yang juga seorang pegiat dakwah atau da'i. Menurut keluarga, beliau masih keturunan dari KH Imam Rozi, pendiri pesantren Singo Manjat, Tempursari, Klaten. KH Imam Rozi merupakan salah satu ulama yang berjuang melawan belanda bersama pasukan Pangeran Diponegoro. Namun, saat Ustadz Muin masih duduk di kelas 1 MTs, ayahnya wafat. Sehingga beliau harus membantu ibunya mengasuh adik-adiknya. Beliau 8 bersaudara, salah satu saudaranya adalah Dr. Setiawan Budi Utomo, seorang pakar syariah yang kini menetap di Jakarta.

Usai menamatkan sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama) di PGAN Solo, beliau mendaftar kuliah di LIPIA Jakarta, dan diterima. Kuliah di LIPIA sifatnya gratis, karena full beasiswa. Demikian juga, S2 dan S3 yang ditempuh di King Ibnu Saud University, Riyadh, Arab Saudi, juga beasiswa penuh. 

Ustadz Muin sempat menetap di Arab Saudi cukup lama, lalu kembali ke Indonesia dan mengajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Beliau sempat menjabat sebagai ketua program studi Magister Pemikiran Islam. Hingga ujung usianya, beliau masih berstatus sebagai dosen di kampus tersebut.

Suami dari Siti Rodhiyah ini juga pernah menjadi direktur di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam hingga tahun 2007. Tanggal 1 Agustus 2007, bersama Afifah Afra, Nasirun Purwokartun dan sejumlah nama lain, mendirikan penerbit PT Indiva Media Kreasi yang masih eksis hingga saat ini. Beliau juga mendirikan CV Pustaka Al Hanan, satu grup dengan Indiva Media Kreasi, namun fokus menerbitkan Al-Quran.

Kiprah beliau semakin bernas, ketika kemudian mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Ibnu Abbas di Klaten, di mana beliau menjadi direktur pondok tersebut hingga wafatnya. Beliau juga diberi amanah memimpin Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) serta terpilih sebagai anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera untuk masa bakti 2020-2025.

Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati, humoris, ramah, dan tak pernah lelah dalam berdakwah. Aktivitasnya yang padat membuat beliau menjadi sosok yang sangat sibuk, tetapi sekaligus menoreh begitu banyak amal kebaikan.

Selamat jalan, Ustadz.... [US].

Posting Komentar untuk "Kabar Duka, Ustadz Muinudinillah Bashri Wafat, Inilah Riwayat Hidup Beliau"

banner
banner
banner
banner