Gelar Milad Ke-23, FLP Luncurkan Gerakan Literasi Hijau

Gelar Milad Ke-23, FLP Luncurkan Gerakan Literasi Hijau


Suasana Aula Balai Keratun Pemprov Lampung, pagi itu (23/2/2020) tampak meriah. Ratusan orang, sebagian berseragam pelajar sekolah menengah atas, tampak antre di depan meja registrasi. Ada sekitar 200-an lebih. Mereka hendak mengikuti puncak kegiatan Milad ke-23 Forum Lingkar Pena, yang penyelenggaraannya dilakukan di Bandar Lampung, dengan FLP Wilayah Lampung sebagai penyelenggara.

Acara dibuka dengan tari penyambutan tamu khas lampung, yakni Tari Sigeh Pangunten yang dibawakan oleh beberapa siswa sekolah dasar. Salah seorang dari mereka membagikan permen yang dibungkus sirih kepada para tamu yang duduk di deretan depan, antara lain Ketua Umum BPP Forum Lingkar Pena, Afifah Afra; Staf Ahli Gubernur Lampung, Ibu Fauziah; Ketua Dewan Pertimbangan FLP, M. Irfan Hidayatullah dan beberapa tamu lainnya.

Sambutan dilakukan oleh ketua panitia, Novriyanti, disusul oleh Afifah Afra (a.k.a Yeni Mulati). Dalam pidato sambutannya, Afifah mengungkapkan, bahwa ayat yang pertama kali diturunkan dalam Al-Quran adalah "iqro bismirabbika." Ini menunjukkan bahwa literasi sangat lekat dalam agama Islam. Sebagaimana diketahui, FLP yang berdiri pada 22 Februari 1997 memang merupakan organisasi kepenulisan yang didominasi penulis-penulis muslim.

Menurut Afifah, literasi sangat penting untuk mensukseskan agenda penyelamatan lingkungan. Literasi kelestarian alam semesta inilah yang menurut Afifah, disebut sebagai literasi hijau. "Kami berharap, literasi hijau ini menjadi gerakan nasional yang didukung komunitas lainnya, termasuk Walhi," ujarnya.

M. Irfan Hidayatullah, atau yang akrab dipanggil sebagai Kang Irfan, mengungkapkan bahwa kesadaran harmonik atau kesadaran komposisional, sangat diperlukan oleh siapapun. Sesungguhnya, makhluk hidup dan lingkungannya, memiliki hubungan yang harmoni, tidak boleh ada yang mendominasi sehingga komposisi menjadi terganggu. Para penulis bisa menggaungkan gerakan literasi hijau dengan cara menanamkan kesadaran ekologis dalam karya-karyanya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kepala Kantor Balai Bahasa Provinsi Lampung, Yanti Riswara. Yanti menegaskan pentingnya literasi bagi semua kalangan. Sayangnya, menurutnya, kondisi literasi di Indonesia sangat memprihatinkan. Yanti mengutip survey PISA 2018 yang menunjukkan rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Survey tersebut menunjukkan bahwa pada kategori membaca, Indonesia menempati peringkat ke-6 dari bawah, yakni rangking 74 dari 79 negara.

Irfan Tri Musri, direktur Walhi Lampung, secara detil memaparkan berbagai problematika sampah, khususnya di Lampung. Irfan berharap agar FLP dengan gerakan literasi hijaunya, membantu tercapainya dunia yang lebih ramah lingkungan.

Usai diskusi panel, acara dilanjutkan dengan pelatihan menulis cerpen dengan pembicara Azzura Dayana dan S. Gegge Mappangewa. Acara pelatihan berlangsung di Kantor Balai Bahasa Lampung, yang berada di kompleks Balai Keratun, dari jam 13.00 hingga sekitar jam 16.00 WIB. Acara pelatihan diikuti oleh sekitar 100 peserta. [DeMuslim].
LihatTutupKomentar