Lita Lestianti Raih Juara 1 Lomba Cerpen Milad Ke-23 FLP, Ini Kata Juri!

Lita Lestianti Raih Juara 1 Lomba Cerpen Milad Ke-23 FLP, Ini Kata Juri!

Foto: ubudwritersfestival.com

Lita Lestianti, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Malang, Jawa Timur, sukses merebut hati juri Lomba Menulis Cerpen yang diselenggarakan oleh FLP. Dilansir dari flp.or.id (24/2/2020), Lita meraih juara pertama lomba tersebut, mengalahkan ratusan cerpen yang berlaga. Total, ada 165 naskah yang diterima oleh panitia. Anggota FLP yang terverifikasi sendiri ada 3.463 orang.

Lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati Milad ke-23 FLP. Sesuai dengan tema "Literasi Hijau: "Menanam Aksara Merawat Bumi", maka panitia mewajibkan peserta mengambil tema lingkungan.

Cerpen Lita yang berjudul Juara 1 "Tot Zien, Rembang" merupakan cerpen yang menarik, karena berbentuk fiksi sejarah dengan latar era VOC di Indonesia. Menurut para juri, yakni Azzura Dayana, Masdar Zainal, Fitrawan Umar dan Sinta Yudisia, cerpen ini sangat menonjol di antara yang lain. Cerita disajikan secara proporsional, dapat dinikmati meski sarat dengan informasi. Dialog-dialog yang ditampilkan cukup berbobot, tetapi tetap memukau.

Lita Lestianti sebelumnya sukses memikat hati publik sastra, karena terpilih sebagai salah satu dari 5 Penulis Emerging Indonesia 2019 yang berhasil lolos seleksi dan hadir di panggung Ubud Writers & Readers Festival, Oktober 2019 kemarin. Dilansir dari ubudwritersfestival.com (9/5/2019), Lita lahir dan besar di Kalimantan Timur. Tinggal di Malang untuk kuliah di S1 Planologi, namun baru aktif menulis fiksi setelah lulus S2 dan menjadi anggota FLP Malang.

Selain Lita, terpilih juga pemenang lain, seperti Fathul Khair Tabri (cerpen Fulan Fehan) sebagai juara 2, Jaka Ferikusuma (Aaauuummm!) sebagai juara 3. Juara  harapan 1 hingga 4 yaitu Restu A Putra (Gurandil), Ajeng Maharani (Lelaki yang Roboh di Hadapan Sebatang Pohon), Fathromi Ramdlon (Kepulangan), dan Andi Batara Al Isra (Mengapa Kita Dilarang Masuk Hutan).

Pemenang mendapat hadiah berupa uang tunai dan paket buku dari sponsor, di antaranya Noura Books dan Indiva Media Kreasi.

Menurut penanggung jawab lomba, S. Gegge Mappangewa, lomba akan terus diadakan, tetapi masih khusus internal. Sebab, ini merupakan salah satu cara memotivasi anggota FLP untuk terus menulis.
LihatTutupKomentar