Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
banner
banner

5 Keutamaan Ibu Di Dalam Ajaran Islam

Gambar: www.afifahafra.com

Dalam Islam, posisi seorang ibu sangat dimuliakan. Banyak sekali nash-nash dalam Al-Quran ataupun Al-Hadist, juga perkataan para sahabat dan ulama, yang mengambil tema tentang keutamaan para ibu. Dalam hal ini adalah ibu yang dimaknai sebagai seseorang yang melahirkan kita. Sebab, kata "ibu" di negeri kita, sering juga dipakai sebagai panggilan untuk kaum perempuan yang sudah berusia dewasa.

Berikut ini adalah beberapa hadist tentang keutamaan menjadi seorang ibu dalam pandangan Islam.

Pertama, Surga Di Bawah Telapak Kakinya

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa, "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." (HR. Ibnu Majah, An-Nasa'i, Imam Ahmad, Aht-Thabarani).

Hadist ini menunjukkan bahwa seorang ibu memiliki keutamaan yang sangat besar, sehingga seolah-olah surga ada di bawah telapak kaki ibu. Seorang anak wajib memperlakukan ibunya sebaik-baiknya agar bisa mendapatkan surga.

Kedua, Memiliki Kedudukan Lebih Utama

Para ulama bersepakat, bahwa kedudukan seorang ibu lebih utama dibandingkan dengan ayahnya. Hal ini didasarkan pada hadist tersebut di bawah ini.

“An Abi Hurairah radiyallahu ‘anhu qala, ja-a rajulun ila Rasulillahi SAW,  faqala Ya Rasuمullah: man ahaqqu-nasi bihusni shahabatiy? Qala ummuka. Qala tsumma man? Qala tsumma ummuka. Qala tsumma man? Qala tsumma ummuka. Qala tsumma man? qala tsumma abuka.”

Artinya: “Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’." (H.R. Bukhari).

Menurut Ibnu Hajar, ibu disebut 3 kali karena memang menjalankan tiga peran dalam kehidupan seorang anak, yaitu mengandung dan melahirkan, menyusui dan mendidiknya saat anak masih kecil. Karena itu, dalam hadist tersebut, ibu disebutkan 3 kali dibandingkan seorang ayah.

Ketiga, Dilarang Menyakiti Ibu

Baik ibu maupun ayah, dilarang disakiti. Terlebih ibu, yang telah kepayahan mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik kita di masa kecil. 

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman yang artinya,  “...Jika salah seorang di antara keduanya (orang tua) atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (QS. Al-Isra: 23).

Keempat, Diwajibkan Berbuat Baik Kepada Ibu

Seorang anak wajib berbuat baik kepada ibunya. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah berwasiat tiga kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat" (HR. Ibnu Majah).

Suatu saat, Ibnu Abbas bertanya tentang amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau menjawab: "aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain birrul walidain” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya shahih).

Kelima, Doa Mereka Makbul/Mustajab

Doa orang tua, khususnya ibu, juga termasuk doa yang bersifat mustajab. Dalam sebuah hadist disebutkan, “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud).

Demikianlah 5 keutamaan seorang ibu dalam Islam. Masih banyak keutamaan lain, semoga bisa kita bahas di tulisan selanjutnya. [YMS].

Posting Komentar untuk "5 Keutamaan Ibu Di Dalam Ajaran Islam"

banner
banner
banner
banner